Rabu, Juli 22, 2009

SENYUMMU KUTANYA, LUKAKU BERTANYA

*)Kembali berkomedi demi dunia...


Kembali mengukir senyum mengembang tawa untuk semua...

Benarkah kita tulus mengajak dunia ikut tersenyum lalu tertawa...?

Ataukah hanya kedok keimitasian penutup luka duka dan lara...




Lalu, apa bedanya dengan senyum kemunafikan?

Adakah luka menganggap tawa sebagai kepalsuan?

Salahkah kusebut keimitasian?

Katamu hidup harus berjalan...

Ya, walau getir harus di telan!




Hey, aku bukan penghujat yang mencaci memaki, hanya bertanya...

Walau terkandang kembali mengeluh mencari tahu dari sekumpulan tanya...

Bukankah dunia persinggahan mahkluk-mahkluk bertanda tanya?

Perajut kalimat tanya bertanda tanya...

Lantas, salahkah senyummu kutanya?

Dan salahkah lukaku bertanya...?






*)Puisi ini terinspirasi dari kutipan kalimat seorang sahabat yg bersembunyi di balik nama:


AKU DAN PUISI

.

Tidak ada komentar: