Kelabu...
Abu-abukah aku?
Bukan hitam. Sekali pun putih tak menyaru...
Atau bukan. Kelabu bahkan tak sebegitunya kelam...
Mungkinkah aku hitam?
Kadang rautnya keji tersirat kejam...
Adakah ini warna gelap dendam silam?
Namun Bukan. Ini bukan warna malam...
Lalu aku apa? Hanyalah warna tanpa cerah...
Mungkinkah aku merah?
Warna benci menyala penuh amarah!
Panas membara memerah-gerah!
Bagai jutaan noktah luka menyaru darah!
Ya, mungkin nyaris sama walau kujengah....
Tapi... bahkan merah pun tak sebegitunya kelam...
Lebih gelap walau bukan hitam...
Warna inikah rasa luka terpupur garam?
Pedih mendidihkan darah ingin menggeram...!
Warna keiblisan yg terlahir bagai anak haram, ingin merajam...!!!
Jadi, ini apa?
Hanyalah warna tanpa indah...
Ini bukan warna!
Bahkan warna tak sanggup merasa...
Lalu, aku apa?
Hanyalah si Tanpa Nama...
Ataukah si wujud hina?
Aku bukan sampah!
Bahkan noda punya nama...
. . . . . . .
Jadi disini, aku ada...
Mungkinkah?
Lalu, aku kian meresah...
Semestinyakah?
Lantas, kubertanya...
Maukah?
Aku, panggillah, maka tersebutlah...
Aku, Si Wujud Rasa Berwarna Tanpa Nama....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar