Senin, Agustus 31, 2009

KENAPA CINTA...???

Cerah,
mendung lagi meresah,
kembali ceria,
lalu merintih gelisah,
dan mulai lagi bahagia....

Kini tanya...
Kenapa tersebut cinta?
Waktukah perajut cinta?
Terbilang lagi kata cinta...
Kembali menjelmalah sosok pecinta...

Oh, Wajahku memerah...
Perutku mulas seketika mereda...
Maaf, ini bukan mual menghina...
Lalu apa...?
Permisi, aku sungguh mau muntah....

. . . . . . . . .


Kuterpaku diam termenung lirih...
Ataukah terpanah haru dengar jangkrik malam merintih?
Kenapa merdunya mendayu berkemasan sunyi?
Bagai seruas tulang rusuk menggesek biola melantunkan nada sumbang menyayat untuk ruang dengarku menyepi....

Hey, kaca cerminku seperti merefleksi raut bergeming bocah autis...?
Berkata terbata mencoba kritis...
Lantas, kenapa keyakinanku seperti mau tipis...?
TOLOL! Aku bukan atheis...!
Hanya belajar mencinta lalu melankolis...

Jadi, kenapa debar jantung pindah ke hati?
Lelah bernafas di pangkas berlari...
Menggebu mengejar cinta, lalu perlahan berjalan tertatih...
Seketika menghantam cumbui tanah merangkak perih...
Lalu tergema bising teriakan lantang mau bangkit ingin hadapi kembali...
Tapi kenapa pedih menikam tajam di rajam cinta terjatuh lagi...?
Coba bangun lagi,
terkapar lagi...
Begitu lagi,
dan lagi...
Sungguh Letih...!

Hey, bocah idiot terbelakang mental penyiksa diri...!
Hentikan helaan nafas ratapan lirih...!
Teruslah bergerak bagai keras kepala tak berotak hingga rentah usiamu putuskan nadi...!!!

MANUSIAWIKAH MANUSIA???

MANUSIA....

Seperangkat tulang belulang bergelantungan jerowan,
berbungkus onggokan daging mentah kelaparan,
berjubah kemasan rakus ketamakan,
berbangga tahta mahkota keegoisan...!!!

MERAJUT KISAH

Kumohon...
Biarkan retak buyar memuing sebuah masa tertinggal berlalu dipunggungmu yg kau sebut KISAH...

Kumohon...
Biarkan ruang dengarku tergema alunan nada lidahmu selaras hatimu seirama...

Kubersimpuh memohon...
Mulailah kembali merajut untaian kisah jika pun kau sudi kudampingin mengejar mimpi menggapai cita...

Jadi, kumohon...
Terimalah sosok kehinaan sepi ini merengkuh erat hangatkan luka menggigil hatimu yg meringkuk jengah...