Jumat, Juli 03, 2009

REALISTIS Vs. MIMPI

Sebenarnya tulisan ini hanyalah sebuah opini dan pandangan saya tentang 2 kata yg menjadi judul di atas. Realistis & Mimpi.

Pernah saya berdebat dan beradu argumen dengan salah seorang kenalan saya tentang cara pandang saya dan kenalan saya itu yg memang saling bertolak belakang satu sama lain. Perdebatan ini di awali ketika kenalan saya itu membalikkan kata-kata saya dengan kalimat yg bertentangan dengan cara pandang saya tentang kehidupan.

"Ngejalanin hidup mah ga usah yg muluk-muluk, realistis aja! Kita hidup di dunia nyata, bukan di dalam mimpi!"

saya sangat tidak terima dengan kata-katanya itu. Dan dari situlah akhirnya melahirkan sebuah opini dan pandangan baru buat saya. Sebuah pandangan terhadap masyarakat pada umumnya yg telah memperlakukan sebuah kata "REALISTIS" dengan cara dan tujuan yg salah!

Kebanyakan orang pd umumnya sering menjadikan sebuah kata "REALISTIS" sebagai batasan bagi dirinya sendiri untuk untuk bisa lebih maju dan berkembang. Anda boleh tidak setuju dan menyalahkan pendapat saya.

Tapi cobalah anda perhatikan, banyak dari bagian masyarakat kita (Indonesia) yg sebenarnya terlalu pasrah dan terlalu cepat untuk berkata "Cukup" dengan keadaan mereka saat ini. Dan dengan atau tanpa mereka sadari sering menggunakan kata "REALISTIS" sebagai sebuah judgement atas keinginan dari seseorang atau pun diri mereka sendiri yang mereka pandang tidak masuk akal. Dan contoh kecil yg bisa kita ambil adalah kata-kata dari kenalan saya yg saya ceritakan tadi.

Waktu itu saya sedang menjelaskan tentang impian dan cita-cita saya yg mungkin disaat itu di pandang terlalu muluk, terlalu bermimpi, terlalu berhayal tinggi, dan mungkin masih banyak kata-kata "TERLALU" lainnya yg dia jadikan sebuah stempel di jidat saya. Bahkan kenalan saya itu tertawa ketika saya berkata:
"Hidup berawal dari mimpi!"
dan mungkin anda pun saat ini sedang tertawa membaca kalimat bodoh itu. Saya akan berikan 1 contoh "real" dari sejarah yg mendukung pendapat saya ini.

Apakah anda tahu penemu pesawat terbang? (mungkin anda bisa langsung mengerti kemana arah pembicaraan saya) Saat itu Wright bersaudara melihat burung dilangit, dan disaat itu jg mereka berimajinasi, dan berhayal akan sesuatu yg tidak mungkin terjadi di jaman itu.
"seandainya aku bisa terbang dilangit seperti burung"
Dan sekarang anda bisa melihat sendirikan, apa yg telah mereka hasilkan dengan impian dan khayalan mereka itu.

Saya sering sekali di tegur oleh orang-orang disekitar saya, karna kebiasaan saya yg di pandang buruk oleh mereka. Berkhayal, berimajinasi, dan berandai-andai. Ok, mungkin itu bisa menjadi sebuah kebiasaan buruk. Tapi tahukah anda? Kebiasaan buruk yg saya lakukan itu bisa menjadi sebuah hal yg positif jika kita punya tekad yg kuat, dan niat yg positif jg tentunya. Kebenaran pernyataan saya tadi silahkan anda jawab sendiri di hati anda masing-masing.

Selain kata "REALISTIS" ada 1 kata lagi yg sebenarnya sering di salah artikan oleh masyarakat umum, yaitu "MIMPI"

Mungkin saya tidak terlalu menekankan masalah yg ini. Tapi yg jelas masyarakat pada umumnya sering mengkaitkan kata "Mimpi" dan "Impian" menjadi 1 arti. Arti kata mimpi sebenarnya adalah alam bawa sadar kita saat tidur. Sedangkan Impian bisa juga di sama artikan dengan keinginan di dlm hati atau cita-cita. Jadi jelas bahwa ke dua kata di atas memiliki pengertian yg berbeda.

Saya tahu anda pasti bertanya-tanya, lalu kenapa saya masih menggunakan kata mimpi seperti yg telah saya katakan sebelumnya bahwa "kehidupan berawal dari mimpi" Sebenarnya saya menggunakan kata "mimpi" di kalimat itu sebagai sebuah perumpamaan atau sejenis metafora untuk bisa mewakili kata impian, dan cita-cita. Dikarnakan masyarakat pada umumnya yg selalu menyama artikan ke 2 kata tersebut.

Tujuan saya sebenarnya hanya ingin meluruskan arti dan makna ke dua kata yg di jadikan tema untuk tulisan saya ini. Itulah sebabnya kenapa saya menjadikan kata REALISTIS & MIMPI sebagai judul tulisan ini.

Tapi saya masih belum bisa lepas dari sekumpulan pertanyaan-pertanyaan di kepala saya. Atau mungkin lebih tepatnya sekumpulan pertanyaan-pertanyaan bodoh yg terus berputar-putar di dalam batok kepala saya. Mengapa orang-orang selalu menggunakan sebuah kata "REALISTIS" sebagai acuan tentang kemampuan orang lain dan diri sendiri sebelum mereka mencoba? Dan kenapa impian, khayalan, imajinasi, dan hal-hal yg bersifat tidak/belum "real", "terjadi", "pasti", selalu di anggap buruk dan negatif oleh masyarakat pada umumnya? Apakah dampak sebuah imajinasi dan khayalan sebegitu mengerikannya di mata masyarakat sehingga di pandang negatif? Apakah sebuah kata "Realistis" adalah sebuah kata kunci yg begitu hebatnya sehingga bisa di jadikan sebuah tameng oleh orang-orang yg menganggap impian hanyalah sekumpulan dari kembang tidur saat kita terlelap? (yg pada dasarnya sudah sangat jelas bahwa Mimpi dan Impian memiliki arti yg berbeda) Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan bodoh semacam itu yg tidak mungkin saya paparkan satu persatu.

Sebenarnya yg paling ingin saya tanyakan adalah: yang manakah di antara ke dua hal tersebut yg menjadi pedoman dan jati diri anda? Seseorang yg selalu menimbang segala sesuatu dengan kata Realistis? Ataukah seseorang yg selalu mengawali sebuah niatan, tindakan, dan gerakan untuk maju dengan Impian, khayalan, dan imajinasi?

Silahkan anda mengkritik, mencela, mencaci, mengomentari, apa pun yg ada di dalam tulisan dan opini saya ini. Saya hanya ingin bertukar pemikiran dan pendapat dengan anda yg telah membaca tulisan saya ini. Jadi sekali lagi, saya persilahkan kepada anda untuk memberikan pendapat apa pun untuk tulisan dan opini saya ini.

Tidak lupa saya ucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada anda yg telah sudi membaca tulisan saya yg buruk dan mungkin membosankan ini. Saya sangat berharap tulisan saya ini sedikit banyaknya bisa berguna untuk anda.
Sekali lagi saya ucapkan Terima Kasih ^_^

2 komentar:

Anonim mengatakan...

sbgi yg prtma mengisi kolom ni... sy ingin mengawali dengan:
Bahwa sy setuju dengan pendapat dan cara pikir anda...
krn sya juga memiliki cara pandang yg sama dengan anda serta tidak lepas terkadang bila sy mengungkapkn kpd lima orang tman sy, empat dari mereka tidak stuju dan satu yg setuju...
dan pada akhir kembali pada diri masing2... smoga saja pa yg menjadi mimpi kita bisa menjadi wujut yg tak lagi berada dalam benak atopun impian.. (aaminn allahuma aaminn)

Unknown mengatakan...

asal anda tahu, diolok-olok orang, dianggap gila dan lain sebagainya tentang pandangan orang lain terhadap kita, itu justru merupakan salah satu syarat kita menggapai mimpi, kalau anda pernah membaca kisah steve jobs, belau pernah dianggap orang gila,. realistis kalau menurut saya wujud real dari mimpi, hidup memang berawal dari mimpi, nah untuk mewujudkan mimpi dengan bangun dari mimpi, atau melakukan hal yang real atau nyata (realisasi mimpi). itulah realistis