Subtitusi dari kesakitan yang menggeliat keluar merealisasi.
Sekedar jeritan nada-nada hati mengalun tanpa dawai membentuk kata-kata basi berimprovisasi.
Atau...
bisa juga sebentuk usaha berstruktur dari hati penuh kisah kasih,
mencoba mencipta tempat bernaung bagi rasa dalam wujud berdimensi.
Syairku bukanlah kesempurnaan ayat.
Hanya usaha payah lantunan isi hati tersirat.
Upaya jengah memperkaya kalbu yang melarat.
Berharap bangkit dari kematian hidup sadarkan jiwa yang sekarat.
Hanya usaha payah lantunan isi hati tersirat.
Upaya jengah memperkaya kalbu yang melarat.
Berharap bangkit dari kematian hidup sadarkan jiwa yang sekarat.
Jadi biarlah, aku hanya ingin teriak.
Sampai kering kerongkonganku tercekik hingga serak.
Dalam ukiran kata-kata yang terburai dan berserak.
Hingga terhenti degup jantungku yang letih bergeming enggan lagi bergerak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar