Sejatinya diri ini tidak lagi tunggal,
seperti telah lama integritas terpenggal.
Mungkin adanya selain bunda, dengan rahim hitamnya lahirkan sesosok kelam.
seperti telah lama integritas terpenggal.
Mungkin adanya selain bunda, dengan rahim hitamnya lahirkan sesosok kelam.
"Kuatkan imanmu, Nak. Selamatkan jiwamu. Sang terkutuk tidaklah lahir dari rahimku!" Serak lirih jerit Ibunda.
"Bunda. Kini sejati diriku yang rapuh bahkan tak pantas mengenang rahimmu. Rahimmu yang memandikanku dengan darah sucimu menghantarkanku ke dunia. Tidak pantas!" Linang hitam air mataku mengiringi jerit sekarat kalbuku terbata.
Lalu...
seringai angkuh sang terkutuk bagai penuh bangga pamerkan seperangkat taringnya yang siap mengoyak nodai tiap inci pembuluh darahku hingga penuh sesak oleh noktah-noktah dosa.
seringai angkuh sang terkutuk bagai penuh bangga pamerkan seperangkat taringnya yang siap mengoyak nodai tiap inci pembuluh darahku hingga penuh sesak oleh noktah-noktah dosa.
Dan sampai ajal...
aksi dua sisi tiada henti saling merajam,
saling memekik mengangkat pedang menghunus tajam.
Bahkan ciptakan pula sosok bimbang di tengah, terpana terdiam
yang dengan bodohnya mengepal jemari namun hanya terpaku menggeram!
aksi dua sisi tiada henti saling merajam,
saling memekik mengangkat pedang menghunus tajam.
Bahkan ciptakan pula sosok bimbang di tengah, terpana terdiam
yang dengan bodohnya mengepal jemari namun hanya terpaku menggeram!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar