Sebelumnya saya pribadi berharap teman2 yg membaca tulisan ini tdk menganggap saya sedang berkhotbah. Lagi pula saya merasa sama sekali jauh dan blm pantas menyandang gelar Kiai, ustadz dan sejenisnya. Anggaplah ini sebuah masukan dari seorang sahabat.
Saya ingin bertanya kpd teman2 (terutama kaum hawa). Apa sih fungsi dasar pakaian? Mungkin akan ada yg menjawab sbg pelindung tubuh dari cuaca dingin dan panas, atau malah ada yg menjawab sbg bagian dari ekspresi diri dan eksistensi diri dari trend dan fashion. Tapi saya berharap ada jg yg menjawab walaupun hanya sebagian kecil dari teman2 bahwa fungsi pakaian pd hakekatnya sbg penutup aurat.
Jika pd hakekatnya pakaian sbg penutup aurat, lantas kenapa justru dgn pakain malah bisa menjadi sbh media utk mempertontonkan aurat? Contoh yg paling mudah ditemui saat ini adalah trend hotpant dan sejenisnya yg menjadikan paha2 mulus para kaum hawa jd terkesan sangat murah! Ya, dgn tegas saya berani menyebutkan celana model itu membuat paha2 mulus itu terlihat murah! Jujur saya pd awalnya menikmati pemandangan mulus paha para cewe yg berseliweran di dpn mata saya. Tapi lama2 mulai ada rasa bosan dgn pemandangan tersebut. Tidakkah hal tsb bisa menjadi bukti bahwa dgn pakaian spt itu justru para kaum hawa telah menurunkan daya tarik, kehormatan, dan harga dirinya?
Saya kadang jg bingung, koq bisa2nya ada seorang wanita menangis bahkan nekat mau bunuh diri karna tidak perawan lagi dgn alasan dirinya sudah tidak punya kehormatan lagi sbg seorang wanita, pdhl kehormatannya sudah lama ia obral habis dgn mempertontonkan auratnya sendiri dgn pakain2 yg minim dan seksi.
Ada 1 fenomena lagi yg membuat saya geli sendiri yaitu ttg kaedah berbusana Muslimah. Tidakkah aneh seorang Muslimah yg mengenakan jilbab tp ttp menggunakan pakaian yg menunjukkan lekuk2 betis, paha, pantat, bahkan dada! Bukankah kaedah berbusana seorang Muslimah pd intinya menyembunyikan semua aurat hingga lekuk2nya.
Sabda Rosulullah."Barang siapa yg berjaln legak legok seperti punuk unta, dan tabbaruj, maka dia tidak akan mencium wewangian surga"
Sesunguhnya aurat seorang Muslimah hanya akan menjadi halal jika dinikmati oleh muhrimnya.
Demikian opini saya yg mungkin masih terdapat bnyk cacat di sana sini. Dan saya sangat sadar akan dasar pengetahuan saya yg masih sangat minim ttg Agama Islam. Tapi jika dipikir dgn logika, saya saja yg dgn ilmu pas-pasan tahu tentangg hal-hal yang saya bahas di atas, masa teman-teman yg mungkin ilmunya jauh di atas saya hanya bisa berpura-pura menutup mata. Akhir kata, Semoga tulisan sederhana saya ini bermanfaat bagi yg membacanya. Amin.
SELAMAT DATANG di Blog sederhanaku yang berisikan kumpulan Inspirasi dalam bentuk tulisan. Dari fiksi hingga nonfiksi. Dari Artikel, opini, curahan hati, puisi, prosa, cerpen, dan karya sastra lainnya.
Sabtu, April 17, 2010
INTEGRITAS TERPENGGAL
Sejatinya diri ini tidak lagi tunggal,
seperti telah lama integritas terpenggal.
Mungkin adanya selain bunda, dengan rahim hitamnya lahirkan sesosok kelam.
seperti telah lama integritas terpenggal.
Mungkin adanya selain bunda, dengan rahim hitamnya lahirkan sesosok kelam.
"Kuatkan imanmu, Nak. Selamatkan jiwamu. Sang terkutuk tidaklah lahir dari rahimku!" Serak lirih jerit Ibunda.
"Bunda. Kini sejati diriku yang rapuh bahkan tak pantas mengenang rahimmu. Rahimmu yang memandikanku dengan darah sucimu menghantarkanku ke dunia. Tidak pantas!" Linang hitam air mataku mengiringi jerit sekarat kalbuku terbata.
Lalu...
seringai angkuh sang terkutuk bagai penuh bangga pamerkan seperangkat taringnya yang siap mengoyak nodai tiap inci pembuluh darahku hingga penuh sesak oleh noktah-noktah dosa.
seringai angkuh sang terkutuk bagai penuh bangga pamerkan seperangkat taringnya yang siap mengoyak nodai tiap inci pembuluh darahku hingga penuh sesak oleh noktah-noktah dosa.
Dan sampai ajal...
aksi dua sisi tiada henti saling merajam,
saling memekik mengangkat pedang menghunus tajam.
Bahkan ciptakan pula sosok bimbang di tengah, terpana terdiam
yang dengan bodohnya mengepal jemari namun hanya terpaku menggeram!
aksi dua sisi tiada henti saling merajam,
saling memekik mengangkat pedang menghunus tajam.
Bahkan ciptakan pula sosok bimbang di tengah, terpana terdiam
yang dengan bodohnya mengepal jemari namun hanya terpaku menggeram!
USAHA PAYAH MEMBENTUK KATA
Tiap goresanku dalam seperangkat kata hanyalah subtitusi.
Subtitusi dari kesakitan yang menggeliat keluar merealisasi.
Sekedar jeritan nada-nada hati mengalun tanpa dawai membentuk kata-kata basi berimprovisasi.
Atau...
bisa juga sebentuk usaha berstruktur dari hati penuh kisah kasih,
mencoba mencipta tempat bernaung bagi rasa dalam wujud berdimensi.
Jadi biarlah, aku hanya ingin teriak.
Sampai kering kerongkonganku tercekik hingga serak.
Dalam ukiran kata-kata yang terburai dan berserak.
Hingga terhenti degup jantungku yang letih bergeming enggan lagi bergerak.
Subtitusi dari kesakitan yang menggeliat keluar merealisasi.
Sekedar jeritan nada-nada hati mengalun tanpa dawai membentuk kata-kata basi berimprovisasi.
Atau...
bisa juga sebentuk usaha berstruktur dari hati penuh kisah kasih,
mencoba mencipta tempat bernaung bagi rasa dalam wujud berdimensi.
Syairku bukanlah kesempurnaan ayat.
Hanya usaha payah lantunan isi hati tersirat.
Upaya jengah memperkaya kalbu yang melarat.
Berharap bangkit dari kematian hidup sadarkan jiwa yang sekarat.
Hanya usaha payah lantunan isi hati tersirat.
Upaya jengah memperkaya kalbu yang melarat.
Berharap bangkit dari kematian hidup sadarkan jiwa yang sekarat.
Jadi biarlah, aku hanya ingin teriak.
Sampai kering kerongkonganku tercekik hingga serak.
Dalam ukiran kata-kata yang terburai dan berserak.
Hingga terhenti degup jantungku yang letih bergeming enggan lagi bergerak.
Selasa, April 06, 2010
TERIAK
Ingin rasanya ku pecahkan getir sunyinya malam dengan getar pita suara penuh sumpah serapah hingga terkoyak berlumur darah lalu beresonansi dalam rahang sampai menggorok tenggorokanku hingga bernanah!
Rasukilah lorong-lorong malam lalu tikam pekat-pekat kelamnya dengan dayu-dayu nada menyayat bagai belati sang iblis kelana!
Bergemalah tanpa henti merajam memekakan relung-relung telinga para jangkrik yang akan seketika berkelu lidah lalu pucat terpana!
Terus...
Rasukilah lorong-lorong malam lalu tikam pekat-pekat kelamnya dengan dayu-dayu nada menyayat bagai belati sang iblis kelana!
Bergemalah tanpa henti merajam memekakan relung-relung telinga para jangkrik yang akan seketika berkelu lidah lalu pucat terpana!
Terus...
dan teruslah gaung suaraku mengalun tajam penuh ego sampai fajar meredam gema keangkuhannya hingga sirna....
Langganan:
Komentar (Atom)