Tarik,
lalu bentanglah bebas sebuah garis
Atau pun jika inginmu
dengan batang tinta tergenggam itu,
setangkai kuas dengan sabut-serabut ber-cat,
kelabu jerowan pensil ter-rawut runcing di ujung,
atau sekali pun dengan hitam melegam coreng sebongkah arang
Ya, gunakan saja sembarang
Hey, tidak juga harus lurus sebuah garis
Jangan pula ragu tanpa sempurna simetris
Bolehlah sangat di sana kau tebalkan lengkung tegurat hingga sudut terpahat
Tak akan pernah terlarang kau tancapkan terukir hingga dalam
Realisasi wujud hati akan selalu pantas di situ tertanam
Sampai kuat erat melekat akarnya terbenam
Sungguh inginku,
juga kau,
tumbuhkanlah pucuk sepasang sayap itu
Kepakkan sayap-sayap hati yang melambungkan bebas rasa-merasamu
Aku juga,
marasa-rasa kita,
rasa-rasa merasaku juga merasamu
dalam hamparan luas apresiasi hati merasa bagai langit tak berbatas mengangkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar