Rabu, Mei 05, 2010

PESONA SANG NONA

Sungguh, Nona...
Tanpa sengaja telah ku susupkan sebongkah beku di balik ruas ruas dadaku hingga tiada satu pun pesona dan pikat penjerat hasrat sanggup cairkan menggigil dinginku yang inginkan ku berlaku layaknya pemuja-pemujamu yang setia menghamba mengemis setetes embun hatimu.

Lihatlah sejenak diriku, Nona...
Tiada pantas lagi ku berlutut sejajar dengan seluruh budak-budak sahaya penyembah pendar aura gemulai pesona paras rupawanmu.

Kumohon, Nona...
Jika pun kau sudi, cukuplah berikan aku barang sekeping dua keping recehan kumal dari sakumu, atau sekedar sisa-sisa butir nasi di piring santapmu untuk ku ganjalkan ke lambung keroncongan keluargaku.

Ketahuilah wahai, Nona...
Sesungguhnya mabuk karena pesona jelitamu tiada mampu membuatku mengucap syukur karena bersendawa kekenyangan.

Tidak ada komentar: